Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Jokowi: Kematian Dera Bukan Karena Gagalnya KJS

Written By Luthfie fadhillah on Senin, 18 Februari 2013 | 22.53


JAKARTA, KOMPAS.com -- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menilai, kasus yang dialami Dera Nur Anggraini terjadi bukan karena gagalnya program Kartu Jakarta Sehat. Menurutnya, ketidaksiapan rumah sakit mengantisipasi lonjakan jumlah pasien menjadi pemicu utama meninggalnya bayi malang tersebut.


"Artinya sistem KJS berjalan, tapi kondisi RS-nya yang belum memungkinkan. Sistem jalan, tapi pendukungnya harus ditambah," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (18/2/2013).


Pria yang akrab disapa Jokowi itu menjamin, dengan anggaran Rp 1,2 triliun dari APBD DKI 2013, KJS akan berjalan baik dan tak ada lagi rumah sakit yang kesulitan mengurus reimburse. Ia juga meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk menambah jumlah kamar di kelas III rumah sakit pemerintah.


Dera adalah saudara kembar Dara Nur Anggraini, anak dari pasangan Eliyas Setia Nugroho dan Elisa Darawati, warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Putri kembar mereka lahir di RS Zahira, Jagakarsa, Jakarta Selatan.


Pada Sabtu (16/2/2013) malam, Dera meninggal dunia karena ada gangguan organ tubuh bagian dalam. Sebelum meninggal, Dera sempat dirujuk ke 8 rumah sakit, namun gagal karena fasilitas tak tersedia dan penuh.


Menurut Jokowi, upaya yang harus segera ditempuh adalah penambahan jumlah kamar, khususnya kelas III. Termasuk fasilitas ICU untuk pasien dewasa, dan bayi (NICU).


Untuk kasus Dera, mantan Wali Kota Surakarta ini mengaku tak memiliki landasan untuk memberi sanksi pihak rumah sakit. Sebab, berdasarkan pantauannya di lapangan, kondisi rumah sakit memang penuh dan terganjal kelengkapan fasilitas medis sehingga tak bisa menerima Dera.


"Kalau beneran penuh mau diapain? Ya kan? Wong kemarin habis Rp 50 juta lebih pun kita cover, bisa dilihat. Toh, duitnya ada. Tinggal saya telepon bagian keuangan," katanya.












22.53 | 0 komentar | Read More

Marsda TNI Hadiyan Komandan Pangkohanudnas


JAKARTA, KOMPAS.com - Jabatan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) diserahterimakan dari Marsda TNI FHB Soelistyo kepada Marsda TNI Hadiyan Suminta Atmadja, melalui upacara militer dengan Inspektur Upacara Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.


Acaranya bertempat di Lapangan Upacara Makohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Senin (18/2/2013).  Dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI dijelaskan, serah terima jabatan Pangkohanudnas tersebut berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor : Kep/48/I/2013, tanggal 28 Januari 2013, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.


Marsda TNI Hadiyan Suminta Atmadja adalah alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 1983. Ia. sebelumnya menjabat sebagai Pati Mabes TNI. Sedangkan  Marsda TNI FHB Soelistyo, alumni AAU 1982, yang selanjutnya menjabat sebagai Dirjen Renhan Kemhan RI. 


Panglima TNI mengatakan, pada  strata apapun jabatan adalah penghargaan sekaligus amanah dari bangsa dan negara. Maka, jabatan menuntut pertanggung-jawaban, baik kepada diri sendiri, keluarga, dan organisasi, maupun kepada bangsa, negara, serta Tuhan Yang Maha Esa.


Oleh sebab itu, jabatan harus diemban dengan sebaik-baiknya dan dilaksanakan dengan segala ketulusan, keteguhan dan bahkan pengorbanan dalam menunaikan tugas dihadapkan kepada dinamika perkembangan lingkungan strategi, tuturnya.  


Lebih lanjut, Panglima TNI mengatakan, perkembangan lingkungan strategis ke depan cenderung terus berubah dan berlangsung demikian dinamis, berikut segala isu dan implikasi yang menyertainya.


Power politic masih menjadi isu menonjol dalam perkembangan global, sehingga penggunaan instrumen militer menjadi alat politik kekuatan bagi kepentingan diplomasi guna mengangkat posisi tawar dalam penyelesaian masalah-masalah bilateral atau internasional.  


Sejalan dengan hal tersebut, kata Panglima TNI, dewasa ini dan ke depan, wilayah udara bukan lagi merupakan teritorial kosong yang tanpa makna. 


Akan tetapi, menjadi salah satu wilayah perebutan kekuatan, baik dari aspek geopolitik, ekonomi maupun pertahanan, dengan menonjolkan kemajuan teknologi, yang tengah menggejala dan berkembang dari masa ke masa.


"Oleh sebab itu, mudah dimengerti, apabila segala upaya, konsep dan penyelenggaraan Operasi Pertahanan Udara Nasional menjadi semakin strategis peran dan posisinya, dalam rangka menjaga dan memelihara kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI," ungkapnya. 






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja









22.41 | 0 komentar | Read More

VIDEO: Girlband SOS Gandeng Personel Phantom



Hidup Anda bisa seindah pelangi
Jika Anda pandai mewarnai.
Kami datang setiap hitungan detik,
membawa aneka ragam informasi.

Beritasatu.com mewarnai hidup Anda
dengan informasi aktual-penuh makna.
Beritasatu.com sumber informasi terpercaya.


22.14 | 0 komentar | Read More

Verawaty Tangani Klub Surabaya




Verawaty Tangani Klub Surabaya





Senin, 18 Februari 2013 | 21:46 WIB












SURABAYA, Kompas.com - Perkumpulan Bulu Tangkis Surya Baja Surabaya mengontrak mantan pemain dan pelatih nasional Verawaty Fajrin, untuk memoles puluhan pemain muda yang bergabung di klub tersebut.
     
Pemilik PB Surya Baja Abdul Chodir kepada wartawan di Surabaya, Senin, mengemukakan rencana mendatangkan pelatih berkualitas sebenarnya sudah cukup lama dan kebetulan Verawaty Fajrin sedang tidak melatih setelah tugasnya di Pelatnas berakhir.
     
"Prosesnya tergolong cepat. Begitu saya kontak beliau dan saya tawari melatih di Surya Baja, mbak Vera langsung mengiyakan dan tidak nuntut macam-macam," ujarnya tanpa menyebut nilai kontrak dan bayaran pelatih baru tersebut.
     
Menurut Chodir, mantan juara dunia tahun 1980 itu sebenarnya sudah bergabung di klubnya sejak awal Februari lalu, tetapi pihaknya sengaja tidak ingin mengekspos kehadirannya.
     
Verawaty Fajrin yang pernah melatih PB Ragunan, lanjut Chodir, dinilai memiliki kesamaan visi dan misi dengan klub Surya Baja yang ingin melahirkan pemain-pemain berkelas dunia.
     
Kendati tergolong klub baru, PB Surya Baja memiliki puluhan atlet binaan dari berbagai daerah dan salah satunya telah sukses menembus persaingan sengit masuk Pelatnas Cipayung hingga saat ini, yakni Wisnu Yuli Prasetyo.
     
"Mudah-mudahan kehadiran pelatih baru dan berpengalaman bisa semakin mengangkat motivasi anak-anak untuk terus maju dan berkembang. Yang lebih penting, pelatih-pelatih muda yang kami miliki juga bisa menimba ilmu dari beliau," tambah Chodir.
     
Ditemui di sela-sela memimpin sesi latihan, Verawati mengatakan dirinya bersedia menerima tawaran melatih PB Surya Baja, karena klub ini memiliki prospek bagus dan visi yang sejalan.
     
"Saya sudah lama kenal baik dengan pak Chodir dan sudah seperti saudara. Kebetulan setelah tidak lagi dipakai Pelatnas, saya sedang kosong dan langsung saja tawaran itu saya terima," katanya.
     
Verawaty Fajrin sempat menangani Pelatnas Cipayung sejak Juli 2012 saat PB PBSI masih dipimpin Djoko Santoso. Namun, tenaganya tidak dipakai lagi setelah kepemimpinan PBSI dipegang Gita Wiryawan.
     
Saat ini, Verawaty sedang fokus menyiapkan anak-anak didiknya untuk menghadapi sirkuit bulu tangkis nasional seri pertama di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Maret 2013.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















22.04 | 0 komentar | Read More

DPR Tunda Pembahasan Pekerja Alih Daya di BUMN




Ketenagakerjaan


DPR Tunda Pembahasan Pekerja Alih Daya di BUMN





Penulis : Hamzirwan | Senin, 18 Februari 2013 | 21:16 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com- Pembahasan nasib pekerja alih daya BUMN di Komisi IX DPR, Senin (18/2/2013), ditunda. DPR meminta komitmen Kementerian BUMN hadir untuk membahas nasib buruh yang menjadi pekerja alih daya di lingkungan BUMN.


Wakil Ketua Komisi IX dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Irgan Chairul Mahfidz menunda rapat membahas nasib pekerja alih daya di Pertamina, PLN, Dirgantara Indonesia, dan Damri karena tidak ada pejabat Kementerian BUMN yang hadir.


Sebelumnya Komisi IX yang membidangi antara lain masalah ketenagakerjaan menjadwalkan rapat kerja dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membahas masalah alih daya.


Rencananya seusai memberi pengantar, kedua menteri meninggalkan ruangan dan Anggota Komisi IX melanjutkan rapat dengar pendapat dengan pejabat eselon I dan direksi BUMN yang diundang.


Sejak rapat dibuka pukul 10.15, baru pejabat eselon I Kemenakertrans yang dipimpin Sekretaris Jenderal Muchtar Lutfie, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, Dirut PLN Nur Pamudji, Dirut Dirgantara Indonesia Budi Santoso, dan Dirut Damri yang hadir.


Ketua Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ribka Tjiptaning menilai sikap Menteri BUMN merupakan bentuk pelecehan terhadap DPR.


Wakil Ketua Komisi IX dari Fraksi Partai Gerindra Soepriyatno juga mengecam.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja
















22.03 | 0 komentar | Read More

Peluncuran Buku di Depan Polres Jaksel Rusuh

Written By Luthfie fadhillah on Minggu, 17 Februari 2013 | 22.53





Peluncuran Buku di Depan Polres Jaksel Rusuh





Penulis : Iwan Santosa | Minggu, 17 Februari 2013 | 22:13 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com- Peluncuran buku "Negeri Pelangi" karya musisi Ras Muhammad, rusuh akibat diserbu massa tak dikenal, Minggu (17/2/2013) pukul 20.30. Lokasi kerusuhan terjadi di Cafe Teebox di seberang Polres Jakarta Selatan.


Wenri Wanhar seorang peserta diskusi peluncuran buku menceritakan, segerombolan massa membabi buta menyerbu dan membubarkan acara. "Polisi kabur karena massa banyak sekali datang. Ras Muhammad adalah musisi Reggae. Entah kenapa acaranya dibubarkan," kata Wenri penulis lepas yang juga pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) itu. Wenri mengaku belum mengetahui ada tidaknya korban akibat serbuan tersebut.


















22.53 | 0 komentar | Read More

Target Demokrat, Elektabilitas 15 Persen Tahun Ini





Target Demokrat, Elektabilitas 15 Persen Tahun Ini





Minggu, 17 Februari 2013 | 22:17 WIB













JAKARTA,KOMPAS.com - Partai Demokrat menargetkan angka elektabilitas partai ini tembus 15 persen pada tahun ini. Target tersebut dinilai relevan dengan kondisi partai sekarang.


"Pengendalian sampai dengan elektabilitas normal ya pasti, 15 persen target (elektabilitas) tahun ini," kata Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarief Hasan, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (17/2/2013). Dia pun menegaskan soal pengendalian ini memang target Majelis Tinggi Partai Demokrat sejak mencanangkan langkah penyelamatan partai.


Sejak awal, ujar Syarief, Anas tidak diutak-atik sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Namun dalam rangka konsolidasi partai, maka beberapa kewenangan diambil alih oleh Majelis Tinggi yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Syarief juga mengungkapkan bahwa agenda Rapinas sesuai dengan jadwal dan tujuan bersama. "Kami membicarakan bagaimana partai lebih bagus dan elektabilitas lebih tinggi, dan persepsi masyarakat selama ini bisa tereliminasi," kata Menteri Koperasi dan UKM itu.


Hal senada diungkapkan Sekretaris Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum, Carel Ticualu. Ia mengatakan, dalam pengarahannya SBY berharap dapat meningkatkan elektabilitas hingga 15 persen. "Kami erharap sampai 15 persen, atau seperti 2009," tutur dia.


Rapimnas merupakan lanjutan langkah penyelamatan partai yang digulirkan SBY pada 8 Februari 2013. Pemicu langkah penyelamatan ini adalah anjloknya elektabilitas Partai Demokrat, berdasarkan hasil beberapa survei. Rilis dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), misalnya, menyebutkan hanya 8,3 persen responden yang memilih Partai Demokrat bila pemilu digelar hari ini. Capaian itu jauh lebih rendah dari hasil Pemilu 2009, bahkan separo-nya pun tak ada. (Ferdinand Waskita, Dodi Esvandi)


Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Krisis Demokrat







Editor :


Palupi Annisa Auliani















22.41 | 0 komentar | Read More

Terkait Kasus Penganiayaan, Ayah Rihanna Sudah Maafkan Chris Brown


Rihanna, sang ayah dan Chris Brown.

Rihanna, sang ayah dan Chris Brown. (sumber: hollywoodlife)




"Setiap orang pasti punya kekurangan dan sisi negatif".



Seperti dikutip dari The Sun, sang ayah mengungkapkan, jika dirinya akan memberikan kesempatan kepada Chris Brown untuk memperbaiki diri.



"Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan kedua," ujar sang ayah.



Atas kasus penganiayaan terhadap Rihanna, Brown sudah dihukum di tahun 2009. Namun belakangan Rihanna dan Brown kembali menumbuhkan benih cinta mereka. Hubungan tersebut, menurut sejumlah media hiburan, sudah direstui ayahanda Rihanna, Ronald Fenty.



"Chris memang melakukan kesalahan yang sangat mengerikan. Tapi saya percaya, bahwa dia (Brown) akan berubah dan memiliki hak mendapatkan kesempatan kedua," terangnya.



"Setiap orang pasti punya kekurangan dan sisi negatif. Semua orang juga punya sejarah kelam dalam kehidupannya. Namun itu tergantung bagaimana orang tersebut menjalaninya. Saat ini, jika dia (Rihanna) senang, saya juga senang," tegasnya.



"Saat ini, Chris sangat sopan dan baik kepada saya serta memperlakukan saya dengan hormat. Jadi kenapa tidak diberikan kesempatan baginya," tutur ayahanda Rihanna.


22.14 | 0 komentar | Read More

Jakarta Elektrik PLN Taklukkan BNI 46



Proliga 2013


Jakarta Elektrik PLN Taklukkan BNI 46





Penulis : Angger Andreas | Minggu, 17 Februari 2013 | 21:51 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com -  Tak ingin mengalami kekalahan kedua, Jakarta Elektrik PLN bermain optimal saat melawan rival sekotanya Jakarta BNI 46 dalam pertandingan pekan pertama Proliga 2013 di Hall A Basket Senanyan, Jakarta, Minggu (17/2/2013).


Sama-sama bermain tanpa di dampingi pelatih asing yang masih terganjal KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara), Jakarta Elektrik PLN lebih beruntung karena mampu menaklukkan lawannya dalam empat set dengan skor 25-12, 25-23, 29-31 dan 25-19 .


Tanpa perlawanan berarti di set pertama, Jakarta Elektrik PLN melibas lawannya dengan skor 25-12. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para pemain Jakarta BNI 46 di set pertama membuat Jakarta Elektrik PLN, sebagai runner-up tahun lalu, menang mudah kurang dari 15 menit di set pembuka itu.


Di set kedua, semangat para pemain Jakarta Elektrik PLN sempat mengendur akibatnya mereka kerap kali kalah dalam perolehan skor. Beruntung dipenghujung laga mereka bisa mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 24-24. Tak ingin berlama-lama di set kedua, Dian Wijayanti pun segera melancarkan smash keras yang tak mampu ditahan dengan sempurna oleh bloker Jakarta BNI 46.


Mendapat tekanan terus menerus dari Jakarta Elektrik PLN yang malam itu dipandu oleh kapten Berlian Marsheila, para pemain di Jakarta BNI 46 semakin frustasi di set ketiga. Kapten Jakarta BNI 46 Yola yang ditarik keluar lapangan hanya mampu tertunduk lesu dan menyembunyikan kekecewaannya di balik handuk yang ia bawa.


Dengan kemenangan di set ini, Jakarta BNI 46 memaksakan pertandingan berlanjut di set keempat. Satu hal yang sangat disayangkan, kondisi lapangan yang licin beberapa kali membuat para pemain kesulitan saat hendak melakukan loncatan dan meraih bola. Namun, kendala itu bukan masalah berarti bagi para pemain Jakarta Elektrik PLN yang malam itu menggunakan kostum hitam. Perlahan namun pasti poin mereka terus merangkak naik meninggalkan Jakarta BNI 46 yang malam itu menggunakan kostum putih-oranye. Smash keras Tiara Putri yang jatuh tepat di tengah lapangan saat set keempat akan berkahir, menghantarkan Jakarta Elektrik PLN meraih kemenangan di pertandingan malam ini.      





















22.04 | 0 komentar | Read More

BNI Kejar Traksaksi Penerimaan Valas Negara Rp 62 Triliun


JAKARTA, KOMPAS.comPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mematok target bisa melayani transaksi setoran penerimaan negara dalam denominasi valuta asing (valas) senilai Rp 62 triliun pada 2013. BNI merupakan satu-satunya bank yang diakui Kementerian Keuangan sebagai bank yang dapat melayani transaksi penerimaan negara dalam bentuk valas.


"Dengan kerja sama Modul Penerimaan Negara (MPN) Valas, BNI dapat membantu Kementerian Keuangan mendapatkan informasi realtime terkait pembayaran pajak valas," kata Direktur Treasury & Financial Institutions BNI Adi Setianto, dalam siaran pers, Minggu (17/2/2013). Bagi BNI, imbuh dia, keuntungan dari pembukaan bank persepsi valas ini adalah potensi memperdalam basis konsumen.


MPN Valas merupakan sistem layanan penerimaan negara terpadu, yang dikembangkan Kementerian Keuangan. BNI meluncurkan pelayanan penerimaan negara valas ini di lima kota dunia, di lokasi kantor cabang luar negeri BNI. Peluncuran MPN Valas di Singapuran dan Hong Kong telah dilakukan pada 5-8 Februari 2013, sedangkan peluncuran untuk Tokyo, London, dan New York, dilakukan pada 11-15 Februari 2013.


Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi menuturkan kepercayaan Pemerintah kepada BNI untuk melayani transaksi ini, merupakan hasil dari kinerja bank pelat merah tersebut. Selain lima kantor cabang luar negeri yang sudah ada, BNI juga berencana menambah kantor serupa di Arab Saudi dan Osaka, Jepang.


Semakin banyaknya kantor cabang BNI di luar negeri, imbuh dia, akan mempermudah pengelolaan penerimaan negara, baik setoran pajak maupuan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) berbentuk valas. "Untuk memastikan keoptimalannya, BNI sudah mengembangkan sistem yang terintegrasi dengan MPN Kementerian Keuangan," imbuh Tribuana.


Saat ini potensi penerimaan pajak dalam bentuk rupiah dan valas mencapai sekitar Rp 1.500 triliun per tahun, dengan porsi valas sekitar Rp 200 triliun. Dengan target melayani transaksi penerimaan negara berdenominasi valas sejumlah Rp 62 triliun, Tribuana menyebutkan BNI berpartisipasi mengelola 31 persen penerimaan valas negara dari sektor ini.


BNI merupakan satu-satunya bank yang memenuhi persyaratan untuk dapat menjadi bank persepsi MPN Valas, sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 249 tertanggal 27 Desember 2010. Penunjukan BNI sebagai bank persepsi berlaku mulai 13 November 2012.








Editor :


Palupi Annisa Auliani









22.03 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger