Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

BBM Dua Harga, Pemerintah Dinilai Bersikap "Ribet"

Written By Luthfie fadhillah on Kamis, 18 April 2013 | 22.03





BBM Dua Harga, Pemerintah Dinilai Bersikap "Ribet"





Penulis : Didik Purwanto | Kamis, 18 April 2013 | 20:58 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah saat ini dinilai memiliki kebijakan yang ribet, yaitu memilih untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil pribadi, sementara harga BBM bersubsidi untuk sepeda motor dan angkutan umum tetap. Pengamat energi, Pri Agung Rakhmanto, mengatakan, kebijakan tersebut tidak signifikan untuk mengatasi masalah kuota BBM bersubsidi yang setiap tahun jebol.


"Memang pemerintah ini lebih senang ribet di lapangan dibanding ribet di partai politik," kata Pri saat diskusi Kebijakan Energi yang Mandiri di Universitas Atmajaya Jakarta, Kamis (18/4/2013).


Ribet di sini berarti pemerintah harus menyiapkan infrastruktur untuk mendukung rencana kenaikan harga BBM tersebut. Hal ini termasuk Pertamina yang harus menyiapkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus untuk mobil dan SPBU untuk sepeda motor dan angkutan umum.


Di sisi lain, pemerintah harus menghitung risiko ketegangan (anarkisme), khususnya di SPBU-SPBU yang dinilai berpotensi terjadi kecurangan atau masalah sosial. Sementara dari sisi partai politik, pemerintah tentu tidak mau menaikkan harga BBM bersubsidi lantaran akan memengaruhi citra partai politik menjelang 2014 nanti.


"Pemerintah ini memang terlalu lama memutuskan sebuah kebijakan," tambahnya.


Padahal, kebijakan yang rencananya hanya menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mobil pribadi dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan. Pri menambahkan, kebijakan ini hanya akan menghemat anggaran subsidi BBM sebesar Rp 20-30 triliun.


"Tapi, ini lebih baik dibanding tidak melakukan kebijakan apa-apa. Mungkin ini kebijakan yang dicicil. Siapa tahu nanti setelah pemilu ada rencana kebijakan menaikkan BBM untuk sepeda motor dan angkutan umum," jelasnya.


















22.03 | 0 komentar | Read More

Pengedar Ganja Dibekuk di Karawaci

Written By Luthfie fadhillah on Rabu, 17 April 2013 | 22.53





Pengedar Ganja Dibekuk di Karawaci





Penulis : Ratih Prahesti Sudarsono | Rabu, 17 April 2013 | 22:43 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com- Aparat Kepolisian Sektor Serpong menangkap dan menahan Alif Lam Firmansyah alias Buluk di Jalan Raya Arya Santika, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Tangerang, Rabu (17/4/2013) pukul 16.30. Polisi menyita sekitar 300 gram ganja siap jual darinya.


Kepala Polsek Karawaci Komisaris Priyo Utomo Teguh Santoso menjelaskan, ganja dikemas koran sebanyak tiga bungkus ukuran besar dan dikemas kertas coklat sebanyak lima bungkus atau paket kecil. "Dia ditangkap saat sedang duduk di pingir jalan. Bungkusan ganja itu disimpan di badan di balik kaus yang dikenakannya," kata Priyo.


Penangkapannya berawal dari informasi masyarakat bahwa di jalan tersebut sering terjadi transaksi narkoba jenis ganja. Polisi pun melakukan observasi dan pengintaian di kawasan tersebut.


Sore tadi Aiptu M Agil Sahri kembali melakukan obseravasi di kawasan tersebut dan melihat seorang laki-laki yang mencurigakan. Polisi tersebut pun mendekati dan mengeledah badan tersangka, sampai ditemukanlah bungkusan berisi ganja kering siap jual.


Tersangka mengaku ganja tersebut akan dijualnya. Sebelumnya dia membeli dari seseorang yang dikenal tersangka dengan panggilan Omponk.


"Tersangka belinya di Kawasan Industri Pasifik Jatake, Jatiuwung, Tangerang," tambah Priyo.






Editor :


Marcus Suprihadi














22.53 | 0 komentar | Read More

SBY Bantah Nego Politik dengan Yenny Wahid


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara terkait tawaran bergabungnya Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Zannuba Wahid atau akrab disapa Yenny Wahid dengan Partai Demokrat.


SBY membantah adanya tawaran darinya kepada Yenny untuk menjadi wakil ketua umum DPP Partai Demokrat. Bantahan itu disampaikan SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (17/4/2013) malam.


SBY menceritakan kembali pertemuan dirinya dengan Yenny dan ibundanya Sinta Nuriyah Wahid di Puri Cikeas, Bogor, beberapa waktu lalu. Ikut dalam pertemuan tersebut Ny Ani Yudhoyono. Menurut SBY, pertemuan itu membicarakan berbagai hal, seperti masalah pluralisme, pengalamannya ketika bersama almarhum Abrurrahman Wahid alias Gus Dur, hingga masalah politik saat ini dan masa depan.


"Dalam pembicaraan itu, misalnya, apa dimungkinkan berjuang bersama-sama di arena politik. Apakah kebersamaan itu bisa diwadahi bersama-sama dalam satu partai politik atau tidak," kata Presiden.


Menurut Presiden, tawaran itu ia sampaikan lantaran banyak kecocokan dengan Yenny. Ia sudah mengenal lama Gus Dur dan Yenny pernah menjadi staf khusus dirinya.


"Tidak ada sama sekali Mbak Yenny, katakanlah, mengharapkan posisi tertentu atau jabatan tertentu. Tidak ada. Kalau diberitakan Mbak Yenny ingin menjabat wakil ketua umum Demokrat, tidak ada. Kasihan beliau, tidak ada seperti itu," kata SBY.


"Demikian juga saya dengan inti pembicaraan bagaimana menyelaraskan perjuangan kita ke depan juga tidak pernah tawarkan kepada Mbak Yenny posisi ini, posisi itu. Ini yang real, ini yang betul. Saya tidak pernah tawarkan dan Mbak Yenny tidak pernah mengharapkan, apalagi meminta," tambah SBY.


SBY mengatakan, dalam pembicaraan itu, Yenny memang ingin meminta pandangan dari para kiai Nahdlatul Ulama terlebih dulu. Belakangan, SBY mendapat jawaban bahwa Yenny memilih tetap berada di luar pemerintahan.












22.41 | 0 komentar | Read More

Dipersulit Temui Anak, Venna Melinda Lapor ke KPAI


Jakarta - Kisruh rumah tangga Venna Melinda dan Ivan Fadilla kian memanas. Venna menuding Ivan melarang anak-anaknya untuk bertemu dengan dirinya.


Seperti diketahui, kini Venna hidup terpisah dengan anak-anaknya sejak menggugat cerah Ivan. Pasalnya, anak-anak Venna lebih memilih tinggal bersama Ivan ketimbang dengannya.


"Saya kesulitan bertemua sama Atala dan Farel. Kalau mau bertemu, proses penjemputannya agak rumit. Hal inilah yang saya laporkan ke pada KPAI, agar saya dibebaskan bertemu dengan anak-anak," Ujarnya saat ditemui di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).


Karena itu, Venna melaporkan kasus dugaan pengekangan tersebut kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), agar Ivan membebaskan dirinya untuk bertemu anak-anaknya.


"Komunikasi saya sama anak-anak makin sulit, terakhir hari Minggu kemarin," ungkapnya.


Lebih lanjut, Venna berharap KPAI menjadi mediator antara dirinya dan Ivan beserta anak-anaknya. Pasalnya, Venna mengaku sangat rindu untuk bertemu dengan kedua buah hatinya.


"Saya ini kangen sekali sama anak-anak setelah tiga bulan kejadian sama Ivan yang saya rasakan sebulan terakhir ini makin sulit. Dulu gampang, bisa telepon, terutama yang besar kadang SMS saya tidak dibalas," keluhnya.


22.14 | 0 komentar | Read More

Akibat Bom Boston, Keamanan GP Austin Diperketat


TEXAS, Kompas.com - Bom yang mengguncang Amerika Serikat saat berlangsungnya event Boston Marathon, Senin (15/4/2013) waktu setempat atau Selasa dini hari waktu Indonesia, membuat pihak Circuit of the Americas meningkatkan keamanan. Jelang GP Austin akhir pekan ini, panitia mewajibkan semua tamu yang ingin menyaksikana gelaran MotoGP, harus melewati titik pengecekan keamanan.

Dikatakan bahwa semua barang dibawa, mulai dari tas, dompet, ransel dan orang, harus melewati pemeriksaan tersebut. Satu per satu akan diperiksa oleh aparat keamanan.

Sebenarnya, menurut pihak sirkuit, prosedur tersebut bukanlah hal yang baru karena selalu normal dilakukan dalam event besar. Ini juga sudah diterapkan selama perhelatan Formula 1 bulan November lalu.

Namun, menyusul insiden tragis yang mengguncang event olahraga Boston Marathon awal pekan ini, pengamanan lebih ditingkatkan.

"Kami sudah berhubungan dengan penegak hukum setempat menyusul peristiwa malang kemarin di Boston, Massachusetts, dan akan bekerja dengan mereka sepanjang akhir pekan mendatang untuk memastikan kami menggelar event yang aman dan terjamin," ujar wakil presiden Public & Media Relations Circuit, Julie Loignon, seperti dikutip dari Crash.net, Rabu (17/4/2013).

- Berikut barang-barang yang tak diizinkan dibawa masuk ke Circuit of the Americas pada MotoGP akhir pekan ini:

* Minuman beralkohol.
* Hewan (kecuali hewan bersertifikat).
* Tas atau bungkusan yang lebih besar dari 12X12X20 inci.
* Sepeda, skuters, skateboard, sepatu roda, segway (kendaraan dua roda yang gunakan tenaga listrik), mobil golf atau alat transportasi lainnya yang tak diizinkan.
* Pendingin, termos atau kotak pendingin.
* Distribusi promosi yang tak diizinkan atau material komerseal.
* Makanan dan minuman (catatan: disegel, individual, botol plastik atau air yang diizinkan).
* Kembang api, bahan peledak atau Fireworks, bahan peledak atau alat pemicu api lainnya.
* Kaca atau logam berisi model lainnya.
* Zat-zat ilegal.
* Barang yang dapat dianggap membahayakan keselamatan atau mengganggu para peserta atau tamu (bola, piring terbang, balon, proyektil, klakson, radio, lonceng, peluit, alat musik, laser pointer, dll).
* Payung besar tipe golf.
* Kursi non-lipat.
* Tenda atau kanopi.
* Video kamera, alat perekam audio dan tripod; tak ada perekam video akan diizinkan.
* Senjata apapun, termasuk piston, pisau, semprotan merica, borgol, tongkat atau barang lainnya.

- Berikut barang-barang yang diizinkan dibawa ke sirkuit:

* Selimut.
* Payung (kecil, gaya genggam).
* Kereta bayi.
* Kursi lipat dan gampang dibawa.
* Peralatan kamera pribadi (misalnya kamera digital atau kamera film).
* Teropong.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo









22.04 | 0 komentar | Read More

BBM Naik, Pemerintah Siapkan SPBU Bergerak





BBM Naik, Pemerintah Siapkan SPBU Bergerak





Penulis : Sandro Gatra | Rabu, 17 April 2013 | 19:21 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah berencana menyediakan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) bergerak untuk kawasan Indonesia Timur. SPBU bergerak itu akan dikhususkan menjual bahan bakar minyak untuk kalangan masyarakat mampu atau diperkirakan seharga Rp 6.500 per liter.


Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, SPBU di kawasan Indonesia Timur hanya akan menjual BBM dengan harga Rp 4.500 per liter. Lantaran mobil pribadi sedikit, para pemilik akan dilayani oleh SPBU bergerak.


"Untuk pelat hitam dilayani dengan mobil SPBU," kata Hatta di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (17/4/2013).


Hatta mengatakan, dengan jumlah SPBU sekitar 5.000 unit di seluruh Indonesia diperkirakan cukup untuk membagi persentase antara SPBU yang menjual BBM Rp 4.500 per liter dan BBM Rp 6.500 per liter. Pihaknya memperkirakan tidak akan terjadi kekacauan ketika kebijakan itu diterapkan.


Hatta menjelaskan, rute kendaraan umum tetap sehingga sopir bisa tahu di mana saja SPBU yang menjual BBM dengan harga Rp 4.500 per liter. Lalu, untuk kendaraan pelat hitam, ujarnya, akan dibantu melalui teknologi informasi seperti internet atau pesan singkat.


"Orang bisa mengecek lewat SMS di jalan ini ada enggak (SPBU). Jadi sistem informasi berjalan sehingga semua terpenuhi," kata Hatta.


Hatta menambahkan, para gubernur memang mengharapkan penambahan SPBU di daerah. Ia mengakui memang ada keterlambatan penambahan SPBU di daerah yang ekonominya tumbuh. Sedikitnya SPBU membuat banyaknya penjual BBM eceran.


"Dijual lagi dengan harga tinggi. Ini mengakibatkan di daerah itu terjadi inflasi karena beli dengan harga tinggi. Nah, ini harus dipikirkan insentif agar SPBU bisa dibangun. Dengan begitu, kita memeratakan sampai ke daerah timur pembangunan SPBU," katanya.


















22.03 | 0 komentar | Read More

Korban Perampkan dalam Taksi Ditolong Sopir Taksi Lain

Written By Luthfie fadhillah on Selasa, 16 April 2013 | 22.53





Korban Perampkan dalam Taksi Ditolong Sopir Taksi Lain





Selasa, 16 April 2013 | 22:39 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com - Korban perampokan dalam taksi di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2013) malam, mendapat pertolongan dari sopir taksi yang melintas di tempat ia dilepaskan oleh perampok di Pintu III JI Expo Kemayoran.


Korban bernama Diansa Butar-butar (32) menuturkan, setelah disuruh turun dari taksi, ia merasa ketakutan dan bingung. Itu dikarenakan kondisi di Pintu III JI Expo Kemayoran gelap dan sepi, apalagi ketika itu sudah sekitar pukul 02.00. Diansa mengaku mulai dirampok sekitar pukul 23.00.


Saat berjalan itulah ia bertemu taksi yang dikemudikan oleh sopir tua. Diansa yang kehilangan perhiasan, uang, dan ATM pun meminta diantar ke tempat rekannya di Jalan Kwini, Senen, Jakarta Pusat, supaya ia bisa membayar taksi.


Dalam perjalanan, Diansa menceritakan perampokan yang ia alami. Saat tiba di rumah rekannya, sopir taksi tersebut tak mau dibayar. Sopir taksi itu justru menyampaikan rasa keprihatinannya kepada Diansa.


Diansa dirampok saat menumpang taksi dari Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, ke Kemayoran. Pelaku merampas kalung emas seberat 20 gram, 1 unit ponsel, uang tunai Rp.600.000, beserta kartu ATM milik korban. Diansa juga diancam hendak dibunuh serta nyaris dilecehkan.


Sopir taksi yang diduga bekerja sama dengan perampok sempat mengajak Diansa berputar-putar ke beberapa tempat, antara lain ke samping RS Mitra Kemayoran, Jalan Benyamin Sueb, dan Jalan Garuda. Di jalan gelap di samping RS Mitra Kemayoran, pelaku meminta kartu ATM milik korban beserta PIN-nya. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)

















22.53 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Nasional

KOMPAS.com - NasionalKOMPAS.comTangkap Tangan di Bogor terkait Kepengurusan Izin TanahPriyo: Nomor Urut DCS Golkar "Nggak" KaruanKPK Tangkap Tangan 7 Orang di SentulPresiden SBY Minta Maaf atas Keterlambatan UNTerdakwa Ikut Membidani Modernisasi Ditjen PajakPolri-KNKT Koordinasi Kecelakaan Pesawat Lion AirAlasan Yenny Wahid Tak Kembali ke PKBSutiyoso Minta Hakim Pertimbangkan Jiwa KorsaHidayat, Adang, Dani, Caleg PKS di DKI JakartaPDIP DKI Targetkan 30 Persen SuaraDua Menteri PKS Didaftarkan Jadi CalegEnggan Disurvei TII soal Dana Parpol, Ini Alasan DemokratHidayat Nur Wahid: Yenny Lagi GalauPramono: BBM Jangan Jadi Instrumen Mengambil SimpatiWuih... Berkas Perkara Djoko Susilo Setinggi 1,2 Meter


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 16 Apr 2013 22:30:16 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22213462/Tangkap.Tangan.di.Bogor.terkait.Kepengurusan.Izin.Tanah Tue , 16 Apr 2013 22:21:34 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/20/0833017-jubir-kpk-johan-budi-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Peristiwa tangkap tangan di Sentul, Bogor, Selasa 16/4/2013 diduga berkaitan dengan kepengurusan izin tanah di Jonggol, Kabupaten Bogor. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22213462/Tangkap.Tangan.di.Bogor.terkait.Kepengurusan.Izin.Tanah">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22213462/Tangkap.Tangan.di.Bogor.terkait.Kepengurusan.Izin.Tanah http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22091080/Priyo.Nomor.Urut.DCS.Golkar.Nggak.Karuan Tue , 16 Apr 2013 22:09:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/15/1251403t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, sistem nomor urut pada DCS Partai Golkar tak karuan. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22091080/Priyo.Nomor.Urut.DCS.Golkar.Nggak.Karuan">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22091080/Priyo.Nomor.Urut.DCS.Golkar.Nggak.Karuan http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21532763/KPK.Tangkap.Tangan.7.Orang.di.Sentul Tue , 16 Apr 2013 21:53:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/08/1653046-logo-kpk-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">KPK tangkap 7 orang yang diduga terlibat tindak pidana korupsi terkait kepengurusan tanah di Bogor, Jawa Barat, Selasa 16/4/2013. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21532763/KPK.Tangkap.Tangan.7.Orang.di.Sentul">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21532763/KPK.Tangkap.Tangan.7.Orang.di.Sentul http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21391390/Presiden.SBY.Minta.Maaf.atas.Keterlambatan.UN Tue , 16 Apr 2013 21:39:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/19/1006338-konpers-kunjungan-presiden-ke-jerman-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf atas terjadinya keterlambatan Ujian Nasional. Hal tersebut disampaikannya lewat akun Twitter. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21391390/Presiden.SBY.Minta.Maaf.atas.Keterlambatan.UN">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21391390/Presiden.SBY.Minta.Maaf.atas.Keterlambatan.UN http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/20320539/Terdakwa.Ikut.Membidani.Modernisasi.Ditjen.Pajak Tue , 16 Apr 2013 20:32:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/03/23/1159042t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Mantan Sekretaris Ditjen Pajak, Achmad Sjarifuddin Alsah, yang dianggap ikut membidani modernisasi di Ditjen Pajak, diadili di pengadilan Tipikor <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/20320539/Terdakwa.Ikut.Membidani.Modernisasi.Ditjen.Pajak">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/20320539/Terdakwa.Ikut.Membidani.Modernisasi.Ditjen.Pajak http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19373875/Polri.KNKT.Koordinasi.Kecelakaan.Pesawat.Lion.Air Tue , 16 Apr 2013 19:37:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/16/1103462-ays-badan-pesawat-lion-air-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polri akan berkoordinasi dengan KNKT untuk menelusuri adanya unsur kelalaian pilot pada kasus gagal mendarat Lion Air di Bali. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19373875/Polri.KNKT.Koordinasi.Kecelakaan.Pesawat.Lion.Air">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19373875/PolriKNKT.Koordinasi.Kecelakaan.Pesawat.Lion.Air http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19171064/Alasan.Yenny.Wahid.Tak.Kembali.ke.PKB Tue , 16 Apr 2013 19:17:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/16/1348484-yenny-1-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Mengapa Yenny dan gerbongnya tidak kembali saja ke Partai Kebangkitan Bangsa PKB <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19171064/Alasan.Yenny.Wahid.Tak.Kembali.ke.PKB">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19171064/Alasan.Yenny.Wahid.Tak.Kembali.ke.PKB http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19122344/Sutiyoso.Minta.Hakim.Pertimbangkan.Jiwa.Korsa Tue , 16 Apr 2013 19:12:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/26/2238394t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sutiyoso meminta hakim mempertimbangkan jiwa korsa yang menjadi latar belakang 11 prajurit Kopassus menyerang dan membunuh 4 tahanan LP Cebongan. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19122344/Sutiyoso.Minta.Hakim.Pertimbangkan.Jiwa.Korsa">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19122344/Sutiyoso.Minta.Hakim.Pertimbangkan.Jiwa.Korsa http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19062340/Hidayat..Adang..Dani..Caleg.PKS.di.DKI.Jakarta Tue , 16 Apr 2013 19:06:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/16/1231338t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Partai Keadilan Sejahtera akhirnya menjadi partai peserta Pemilu 2014 yang mendaftarkan kandidat anggota DPR-nya kepada KPU. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19062340/Hidayat..Adang..Dani..Caleg.PKS.di.DKI.Jakarta">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19062340/Hidayat..Adang..Dani..Caleg.PKS.di.DKI.Jakarta http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/1905047/PDIP.DKI.Targetkan.30.Persen.Suara Tue , 16 Apr 2013 19:05:04 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1451429-logo-pdip-pdip-pdi-perjuangan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta menargetkan perolehan 30 persen suara di Jakarta pada Pemilu Legislatif 2014. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/1905047/PDIP.DKI.Targetkan.30.Persen.Suara">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/1905047/PDIP.DKI.Targetkan.30.Persen.Suara http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19010291/Dua.Menteri.PKS.Didaftarkan.Jadi.Caleg Tue , 16 Apr 2013 19:01:02 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/04/1345295-hidayat-nur-wahid-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua dari tiga menteri asal PKS, Suswono dan Tifatul Sembiring, didaftarkan dalam daftar calon sementara anggota legislatif untuk Pemilu 2014. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19010291/Dua.Menteri.PKS.Didaftarkan.Jadi.Caleg">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19010291/Dua.Menteri.PKS.Didaftarkan.Jadi.Caleg http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18545942/Enggan.Disurvei.TII.soal.Dana.Parpol..Ini.Alasan.Demokrat Tue , 16 Apr 2013 18:54:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/14/1553578-ibas-mundur-dari-dpr-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Partai Demokrat enggan membeberkan identitas pemberi sumbangan kepada TII. Ini alasannya. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18545942/Enggan.Disurvei.TII.soal.Dana.Parpol..Ini.Alasan.Demokrat">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18545942/Enggan.Disurvei.TII.soal.Dana.Parpol..Ini.Alasan.Demokrat http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18485695/Hidayat.Nur.Wahid.Yenny.Lagi.Galau Tue , 16 Apr 2013 18:48:56 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/02/0553366-hidayat-nur-wahid-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hidayat Nur Wahid menilai Yenny Wahid sedang galau terkait ucapannya melarang kader PKBIB masuk PKS dan PKB. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18485695/Hidayat.Nur.Wahid.Yenny.Lagi.Galau">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18485695/Hidayat.Nur.Wahid.Yenny.Lagi.Galau http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18320517/Pramono.BBM.Jangan.Jadi.Instrumen.Mengambil.Simpati Tue , 16 Apr 2013 18:32:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/30/1527437t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pramono Anung tak setuju jika pemerintah kembali berikan kompensasi berupa uang tunai kepada masyarakat yang terkena dampak dalam kebijakan BBM. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18320517/Pramono.BBM.Jangan.Jadi.Instrumen.Mengambil.Simpati">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18320517/Pramono.BBM.Jangan.Jadi.Instrumen.Mengambil.Simpati http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18273827/Wuih....Berkas.Perkara.Djoko.Susilo.Setinggi.1.2.Meter Tue , 16 Apr 2013 18:27:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/16/1859455-berkas-djoko-susilo-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Berkas perkara tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek simulator ujian SIM Irjen Djoko Susilo setinggi 1,2 meter, ribuan lembar. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18273827/Wuih....Berkas.Perkara.Djoko.Susilo.Setinggi.1.2.Meter">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18273827/Wuih....Berkas.Perkara.Djoko.Susilo.Setinggi.1.2.Meter


KOMPAS.com - NasionalKOMPAS.comTangkap Tangan di Bogor terkait Kepengurusan Izin TanahPriyo: Nomor Urut DCS Golkar "Nggak" KaruanKPK Tangkap Tangan 7 Orang di SentulPresiden SBY Minta Maaf atas Keterlambatan UNTerdakwa Ikut Membidani Modernisasi Ditjen PajakPolri-KNKT Koordinasi Kecelakaan Pesawat Lion AirAlasan Yenny Wahid Tak Kembali ke PKBSutiyoso Minta Hakim Pertimbangkan Jiwa KorsaHidayat, Adang, Dani, Caleg PKS di DKI JakartaPDIP DKI Targetkan 30 Persen SuaraDua Menteri PKS Didaftarkan Jadi CalegEnggan Disurvei TII soal Dana Parpol, Ini Alasan DemokratHidayat Nur Wahid: Yenny Lagi GalauPramono: BBM Jangan Jadi Instrumen Mengambil SimpatiWuih... Berkas Perkara Djoko Susilo Setinggi 1,2 Meter


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 16 Apr 2013 22:30:16 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22213462/Tangkap.Tangan.di.Bogor.terkait.Kepengurusan.Izin.Tanah Tue , 16 Apr 2013 22:21:34 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/20/0833017-jubir-kpk-johan-budi-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Peristiwa tangkap tangan di Sentul, Bogor, Selasa 16/4/2013 diduga berkaitan dengan kepengurusan izin tanah di Jonggol, Kabupaten Bogor. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22213462/Tangkap.Tangan.di.Bogor.terkait.Kepengurusan.Izin.Tanah">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22213462/Tangkap.Tangan.di.Bogor.terkait.Kepengurusan.Izin.Tanah http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22091080/Priyo.Nomor.Urut.DCS.Golkar.Nggak.Karuan Tue , 16 Apr 2013 22:09:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/15/1251403t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, sistem nomor urut pada DCS Partai Golkar tak karuan. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22091080/Priyo.Nomor.Urut.DCS.Golkar.Nggak.Karuan">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/22091080/Priyo.Nomor.Urut.DCS.Golkar.Nggak.Karuan http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21532763/KPK.Tangkap.Tangan.7.Orang.di.Sentul Tue , 16 Apr 2013 21:53:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/08/1653046-logo-kpk-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">KPK tangkap 7 orang yang diduga terlibat tindak pidana korupsi terkait kepengurusan tanah di Bogor, Jawa Barat, Selasa 16/4/2013. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21532763/KPK.Tangkap.Tangan.7.Orang.di.Sentul">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21532763/KPK.Tangkap.Tangan.7.Orang.di.Sentul http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21391390/Presiden.SBY.Minta.Maaf.atas.Keterlambatan.UN Tue , 16 Apr 2013 21:39:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/19/1006338-konpers-kunjungan-presiden-ke-jerman-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf atas terjadinya keterlambatan Ujian Nasional. Hal tersebut disampaikannya lewat akun Twitter. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21391390/Presiden.SBY.Minta.Maaf.atas.Keterlambatan.UN">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/21391390/Presiden.SBY.Minta.Maaf.atas.Keterlambatan.UN http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/20320539/Terdakwa.Ikut.Membidani.Modernisasi.Ditjen.Pajak Tue , 16 Apr 2013 20:32:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/03/23/1159042t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Mantan Sekretaris Ditjen Pajak, Achmad Sjarifuddin Alsah, yang dianggap ikut membidani modernisasi di Ditjen Pajak, diadili di pengadilan Tipikor <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/20320539/Terdakwa.Ikut.Membidani.Modernisasi.Ditjen.Pajak">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/20320539/Terdakwa.Ikut.Membidani.Modernisasi.Ditjen.Pajak http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19373875/Polri.KNKT.Koordinasi.Kecelakaan.Pesawat.Lion.Air Tue , 16 Apr 2013 19:37:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/16/1103462-ays-badan-pesawat-lion-air-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polri akan berkoordinasi dengan KNKT untuk menelusuri adanya unsur kelalaian pilot pada kasus gagal mendarat Lion Air di Bali. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19373875/Polri.KNKT.Koordinasi.Kecelakaan.Pesawat.Lion.Air">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19373875/PolriKNKT.Koordinasi.Kecelakaan.Pesawat.Lion.Air http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19171064/Alasan.Yenny.Wahid.Tak.Kembali.ke.PKB Tue , 16 Apr 2013 19:17:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/16/1348484-yenny-1-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Mengapa Yenny dan gerbongnya tidak kembali saja ke Partai Kebangkitan Bangsa PKB <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19171064/Alasan.Yenny.Wahid.Tak.Kembali.ke.PKB">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19171064/Alasan.Yenny.Wahid.Tak.Kembali.ke.PKB http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19122344/Sutiyoso.Minta.Hakim.Pertimbangkan.Jiwa.Korsa Tue , 16 Apr 2013 19:12:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/26/2238394t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sutiyoso meminta hakim mempertimbangkan jiwa korsa yang menjadi latar belakang 11 prajurit Kopassus menyerang dan membunuh 4 tahanan LP Cebongan. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19122344/Sutiyoso.Minta.Hakim.Pertimbangkan.Jiwa.Korsa">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19122344/Sutiyoso.Minta.Hakim.Pertimbangkan.Jiwa.Korsa http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19062340/Hidayat..Adang..Dani..Caleg.PKS.di.DKI.Jakarta Tue , 16 Apr 2013 19:06:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/16/1231338t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Partai Keadilan Sejahtera akhirnya menjadi partai peserta Pemilu 2014 yang mendaftarkan kandidat anggota DPR-nya kepada KPU. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19062340/Hidayat..Adang..Dani..Caleg.PKS.di.DKI.Jakarta">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19062340/Hidayat..Adang..Dani..Caleg.PKS.di.DKI.Jakarta http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/1905047/PDIP.DKI.Targetkan.30.Persen.Suara Tue , 16 Apr 2013 19:05:04 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1451429-logo-pdip-pdip-pdi-perjuangan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta menargetkan perolehan 30 persen suara di Jakarta pada Pemilu Legislatif 2014. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/1905047/PDIP.DKI.Targetkan.30.Persen.Suara">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/1905047/PDIP.DKI.Targetkan.30.Persen.Suara http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19010291/Dua.Menteri.PKS.Didaftarkan.Jadi.Caleg Tue , 16 Apr 2013 19:01:02 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/04/1345295-hidayat-nur-wahid-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua dari tiga menteri asal PKS, Suswono dan Tifatul Sembiring, didaftarkan dalam daftar calon sementara anggota legislatif untuk Pemilu 2014. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19010291/Dua.Menteri.PKS.Didaftarkan.Jadi.Caleg">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/19010291/Dua.Menteri.PKS.Didaftarkan.Jadi.Caleg http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18545942/Enggan.Disurvei.TII.soal.Dana.Parpol..Ini.Alasan.Demokrat Tue , 16 Apr 2013 18:54:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/14/1553578-ibas-mundur-dari-dpr-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Partai Demokrat enggan membeberkan identitas pemberi sumbangan kepada TII. Ini alasannya. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18545942/Enggan.Disurvei.TII.soal.Dana.Parpol..Ini.Alasan.Demokrat">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18545942/Enggan.Disurvei.TII.soal.Dana.Parpol..Ini.Alasan.Demokrat http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18485695/Hidayat.Nur.Wahid.Yenny.Lagi.Galau Tue , 16 Apr 2013 18:48:56 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/02/0553366-hidayat-nur-wahid-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hidayat Nur Wahid menilai Yenny Wahid sedang galau terkait ucapannya melarang kader PKBIB masuk PKS dan PKB. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18485695/Hidayat.Nur.Wahid.Yenny.Lagi.Galau">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18485695/Hidayat.Nur.Wahid.Yenny.Lagi.Galau http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18320517/Pramono.BBM.Jangan.Jadi.Instrumen.Mengambil.Simpati Tue , 16 Apr 2013 18:32:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/30/1527437t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pramono Anung tak setuju jika pemerintah kembali berikan kompensasi berupa uang tunai kepada masyarakat yang terkena dampak dalam kebijakan BBM. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18320517/Pramono.BBM.Jangan.Jadi.Instrumen.Mengambil.Simpati">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18320517/Pramono.BBM.Jangan.Jadi.Instrumen.Mengambil.Simpati http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18273827/Wuih....Berkas.Perkara.Djoko.Susilo.Setinggi.1.2.Meter Tue , 16 Apr 2013 18:27:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/16/1859455-berkas-djoko-susilo-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Berkas perkara tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek simulator ujian SIM Irjen Djoko Susilo setinggi 1,2 meter, ribuan lembar. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18273827/Wuih....Berkas.Perkara.Djoko.Susilo.Setinggi.1.2.Meter">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/16/18273827/Wuih....Berkas.Perkara.Djoko.Susilo.Setinggi.1.2.Meter


22.41 | 0 komentar | Read More

Tak Dihadirkan di Sidang MKDI, BNN Dinilai Langgar HAM


Jakarta - Tidak dihadirkannya Raffi Ahmad didalam sidang yang digelar Majelis Kehormatan Dokter Indonesia (MKDI) membuat Hotma Sitompul selaku penasehat hukum Raffi berang. Pasalnya MKDI sudah meminta pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menghadirkan Raffi di muka persidangan.


Hal itulah yang membuat persidangan MKDI akhirnya harus ditunda.


"MKDKI punya kewenangan memanggil Raffi, tapi kewenangan pengadilan saja tidak dihormati BNN, apalagi MKDKI. Sudah bisa dibayangkan," tegas Hotma di Jakarta, Selasa (16/4).


Ketidakhadiran Raffi dalam sidang tersebut jelas membuat Raffi kehilangan haknya untuk melakukan pembelaan diri. Apalagi BNN selalu mengklaim bahwa Raffi tidak dapat dihadirkan dengan alasan tengah menjalani proses rehabilitasi di Lido, Sukabumi.


"Kalau seperti ini terus, Raffi bisa kehilangan haknya sebagai warganegara untuk membela diri, dong," keluh Hotma lagi.


Lebih lanjut Hotma menilai dengan tidak menghadirkan Raffi dalam persidangan padahal hakim telah memerintahkan BNN untuk menghadirkan Raffi, jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).


"Kalau seperti ini terus BNN telah melanggar hak asasi manusia (HAM) dan itu sama saja pelanggaran hukum," tegas Hotma.


22.14 | 0 komentar | Read More

Ahsan/Hendra Mundur dari Kejuaraan Asia



Badminton Asia Championships


Ahsan/Hendra Mundur dari Kejuaraan Asia





Selasa, 16 April 2013 | 19:01 WIB













JAKARTA, Kompas.com - Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengundurkan diri dari ajang Grand Prix Gold Badminton Asia Championships 2013 yang berlangsung pada 16-21 April di Taiwan. Pasalnya, Ahsan masih cedera pinggang.

Otot pinggang Ahsan tertarik saat tengah berlaga menghadapi Bao Chun Lai/Zheng Bo pada turnamen Axiata Cup 2013 di Stadion Badminton Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (14/4/2013).

"Ahsan masih sakit pinggang. Saat ini dia masih masa penyembuhan," kata pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngardi, saat dihubungi Antara, Selasa (16/4).

Herry menambahkan Ahsan/Hendra yang saat ini mengejar peringkat setinggi mungkin demi mengamankan posisi mereka menjelang Kejuaraan Dunia, akan melanjutkan laga mereka di India Terbuka (23-28 April) mendatang.

Untuk meraih tiket turnamen yang berlangsung Agustus mendatang, pemain minimal harus duduk pada peringkat 20 dunia. Agar tidak perlu melalui tahap kualifikasi Ahsan/Hendra harus meningkatkan peringkat mereka.

"Targetnya nanti mereka tambah poin untuk naikkan peringkat," tambah Herry.

Saat ini, Ahsan/Hendra yang dipasangkan usai Olimpiade London 2012 itu telah mencapai ranking 14 dunia. Peringkat mereka meroket dari peringkat di bawah 50 dunia.

Mereka berhasil meraih gelar perdana Malaysia Terbuka Superseries 2013 dan menembus semifinal pada turnamen keenam mereka di All England 2013.

Keduanya diunggulkan untuk bisa merebut gelar di Kejuaraan Dunia 2013 selain pasangan Angga Pratama/Ryan Agung Saputra.

Kejuaraan Dunia menjadi salah satu target utama PBSI selain All England, Piala Sudirman, dan SEA Games.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















22.04 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger